Pak Mamat mendengarnya dengan penuh perhatian dan sesekali mencuri pandang dada Clara. dengan pasti Pak Mamat, meraih tangan Clara…“Ini buk, saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang….” bisik Pak Mamat.Clarapun membiarkan Pak Mamat meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan. Desi XXX Dari dekat Pak Mamat dapat merasakan dan menikmati kehalusan kulit Clara. Kalau hujan reda saya akan pulang…” terang Pak Mamat.“Baiklah pak…” jawab Clara.Lalu Clara kedapur dan membuatkan kopi untuk Pak Mamat.“Pak, ini kopinya ..”.“Wah kopi… bisa begadang saya malam ini bu.”“O.. dan dalam suasana itu Pak Mamat dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Clara dengan nyata. Kemudian ia balik lagi kekamar itu, dan duduk disamping Clara, pakaian Clara saat itu acak-acakan.“Bu…, apa ibu marah?” tanaynya.“Tidak pak tapi sayalah yang salah. dengan pasti Pak Mamat, meraih tangan Clara…“Ini buk, saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang….” bisik Pak Mamat.Clarapun membiarkan Pak Mamat meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan.




















