Kini tangannya sudah mulai meraba dan meremas vaginaku dari luar CD nylonku. Desi XXX Hampir dua minggu sekali Parjo minta jatah dariku baik itu di kantor saat sepi, di rest room atau di penginapan yang terdekat.Sejak saat itu aku menjadi kekasih gelap Parjo, office boy di kantorku. Tanpa membuang waktu, Parjo mengangkat kedua pahaku dan mementangkannya di atas kepalanya. Bulu romaku dibuat merinding oleh ulahnya. Karena kesibukanku, aku kerap kali harus bekerja lembur sore hari hingga sampai jam 20.00 aku baru keluar kantor. Tubuhku menggeliat dan tersentak. “Masih capai Lin..?” bisik Parjo di telingaku. Mataku terpejam menahan desakan napsu yang mulai mendesak dari perutku. Aroma keringatnya yang maskulin benar-benar membuatku mabuk karenanya. Geli sekali rasanya saat tangannya yang kasar dengan nakal meremas-remas vaginaku saat membersihkan dengan tissue. Gerakanku semakin liar dan kepalaku seperti tersentak ke atas. Aku berusaha menutupi lubang vaginaku yang menganga dengan tanganku. Kini wajahku menghadap dadanya yang bidang. Jangan.. Kami sama-sama terkulai lemah setelah bertempur habis-habisan. Ini mungkin timbul dari keadaanku yang sejak kecil selalu bergaul dengan perempuan!




















