Semenit kemudian, dia sudah berdiri di belakangku.Dia lalu mendekatiku dan berkata, “Hei budak, kamu adalah milikku dan saat ini aku ingin sekali menyiksa kamu. Tetapi, itu tidak berlangsung lama. Bokep China Untuk berjalan melalui hutan, aku tidak berani mengambil resiko. Bagaimanapun juga aku harus menemui Nyonya Hana di seberang hutan.Akhirnya, aku nekat juga. Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Bahkan lebih rendah dari anjing piaraannya.Setelah makan, aku kembali dibimbing oleh Nyonya Hana menuju kamar mandi. Tetapi aku yakin bahwa mereka sudah melihat ke arahku. Tapi aku tidak dapat menolak. Tetapi Nyonya Hana hanya tersenyum.Dia lalu meneteskan lilin itu ke bagian-bagian tubuhku yang sensitif. Untungnya, malam itu aku dapat juga tidur walaupun hari sudah menjelang pagi.Keesokan harinya, aku dibangunkan secara kasar oleh Nyonya Hana pagi-pagi sekali. Aku hanya dapat mengerang kesakitan dan memohon belas kasihan Nyonya Hana.Setelah sebagian besar tubuhku tertutup lilin panas yang mengering, Nyonya Hana kemudian melepaskan ikatan kedua kakiku.




















