aahh..” dan, “Aagghh.. Ternyata adalah Dini.“Eh, ada apa din?”
“Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
“Kenapa enggak sekarang aja?”
“Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dini sih. Bokep China Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Ketika sampai di restorant tersebut, aku langsung pergi ke WC dulu karena aku sudah kebelet. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Tapi aku tidak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Kemudian sebelum mereka pulang, pamanku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Kulihat Dini sangat menikmati sekali permainan ini.Tidak lama kemudian ia mengejang, “Tonn, aa.. Tidak hanya di apartmentnya, kadang aku datang ke tempat kerjanya dan melakukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang.

















