Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.“Siapa?” tanyaku“Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.“Oh iya, ada apa, Sa…?” tanyaku lagi“Bang, lampu di kamar aku mati tuh”“Cepatan dong!!”“Oo… iya, bentar ya” balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Rosa.Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.“Sa, kamu pegangin nih kursi ya?” perintahku “OK, bang” balasnya.“Kok kamu belum pake baju?” tanyaku heran.“Abisnya agak gelap, bang?”“ooo…!?”Aku berusaha meraih lampu di atasku. Bokep asia Dan… braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Rosa..“Ou…ou…” apa yang terjadi. Mau keluar nih.Awwwhhh??”“Jangan dulu Sa, tahan ya bentar” hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Rosa genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan “saluran air”, aku berpapasan dengan Rosa yang baru selesai mandi. Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek semua.Jadi… begini




















