“Kok dulu ?” tanyaku heran.“Sampe siang tadi sih yan. Desi XXX dah pernah ya ?” tanya Rara dengan sangat ingin tau. Aku mulai menciumi tubuh rara. “Walaupun demikian Ra, menurut aku gak bisa jadi alasan terus dia selingkuh dan ngehamilin cewek laen” Kataku.“Dasar cowok, kenapa sih pikirannya seks melulu” kata Rara sedikit meninggi. Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. ada apa nih, tumben nelpon aku. Tapi gak ada ruginya temenan sama Rara kok, orangnya cantik, tinggi semampai, body aduhai dan yang terakhir yang aku suka banget dari Rara adalah rambutnya. Ohgh…..”. Tapi sebelum tidur aku boleh peluk kamu gak ? Kadang aku tusuk kearah samping.Tiba-tiba tubuh Rara sedikit menegang, sepertinya dia ingin orgasme. “Lagian aku juga dah ngantuk banget” lanjutku. Tiba-tiba aku menerima telepon dari Rara, teman kuliahku dulu. Rara cuma mengangguk kecil. Aku percepat goyanganku, soalnya aku mau orgasme sama-sama. Untuk pertama kalinya Rara cukup pakai gaya konvensional, laki-laki diatas. Walaupun aku dah ngantuk, tapi susah sekali aku memejamkan mata.Sekitar 15 menit kemudian, Rara keluar dari kamar an menghampiri aku.




















