“nah, bibir lo udah nggak perjaka lagi.,, sapa dulu dong gurunya.” Ujar Putri sambil menepuk dadanya
“gila juga lo ya,.. Bokep Hari pernikahan kami berjalan lancar, yg kami berdua lakukan hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja sepanjang hari, tdk seperti pasangan lainnya yg sangat antusias dengan perkawinannya kami berdua atau mungkin saya lebih tepatnya malah seolah-olah tdk perduli dengan apa yg terjadi dengan apa yg terjadi hari itu.Pada malam pertama kami dapat di katakan sangat aneh, karena tak ada hiasan pengantin dan suasana yang seharusnya romantis berubah menjadi sekaku es. “duduk sini,…deket gue” suara Putri terdengar saat kakiku mulai menginjak ruang tv.Sambil memegang sekaleng minuman dingin, perlahan kutempatkan tubuhku tepat disampingnya. Bibir Putri sangat tipis dan hangat, beberapa detik kunikmati bibirnya yg menempel pada bibirku. “nah, bibir lo udah nggak perjaka lagi.,, sapa dulu dong gurunya.” Ujar Putri sambil menepuk dadanya
“gila juga lo ya,.. Tanpa berkata aku pun pergi meninggalkannya, seperti masih belum menerima keadaan ini.Setelah mandi ku nyalakan televisi, tdk lama setelah itu terdengar bunyi bel dari pintu depan, ternyata kedua orang tua kami datang berkunjung.




















