Tepatnya dibelakang Bu Chintya yang sedang asyik memperhatikan TV nya. Sepasang gumpalan daging tersembul dibalik kaos itu, sangat halus dan lembut. XXX Hindi Dia melakukannya sambil terus memainkan bola-bolaku, sungguh suatu sensasi yang luar biasa.Sejenak, ingin rasanya aku membobolkan saja pertahananku dan mengaku kalah. Mungkin bila aku bisa memutar balik waktu, aku akan selalu memutar menit-menit itu sambil mengaktifkan fitur slow motion. “OK, saya masuk dulu ya. atau kamu mau pakai bantal saya saja?” katanya sambil tertawa ringan dan menggeser bantal panjang berwarna putih yang menopang wajah cantiknya. Sambil bibir mungilnya terus beraksi, dia menarik turun resliting celanaku, “no jeans in my bed” begitu bisiknya ditelingaku sambil tersenyum menggoda. Kaki jenjangnya sedikit ditarik keatas, dia sedikit melipat lututnya, suatu tanda bahwa dia sungguh terbuai dalam permainan jemariku. Maklum lah, aku sendiri sudah berumur 25 tahun saat ini. Aku agak heran sebenarnya apa rencana Chintya, tapi kembali lagi, aku pasrah saja.



















