Lift berjalan ke atas, lewat lantai dua tiba-tiba…jgreg!! Desi XXX Ctarrrr…. Ia menghampiri diriku kemudian mencaplok sepotong daging di dadaqu lalu sembari mengunyah, ia menempelkan kemaluannya ke bibirku. Biar Pak Abu melihat apa yg terjadi di bawah sana” kata Pak Adi tegasAqu mengangkat sedikit bokongku, dan terlihatlah dua dildo pink tertancap di alas kursi sedang mengebor kedua lubangku.“Wow…hebat!” kata Pak Abu. Sebagai sekretaris kesaygan petinggi partai, tak ada yg berani mengusikku, walaupun mereka tau persis, bahwa aqu bukan hanya sekretarisnya namun juga alat lobi dan budak seks. Aqu menelannya habis, karena itu tugasku sebagai budak seks.Sementara situasi di ruangan ini juga semakin panas saja, yg lain juga sudah berbaur dalem kegilaan. Aqu masuk ke lift, di dalem lift ada Tomi dan Yadi, petugas kebersihan di sini, seorang ibu-ibu gendut, Nia, seorang staff kantor partai, dan satu lagi adalah seorang lelaki setengah baya berkacamata dgn kumis dan jenggot, ia memakai seragam salah satu parpol koalisi kami. Dgn terburu-buru Pak Purba memnyerbu kedua buah dada itu, kenyotan dan remasan penuh nafsu menyerbu kedua gunung kembar Bu Inggrid diseKirgi dgn fikiran-fikiran di




















