Pertama Nakim tampak ragu, namun tatapan mataku membuatnya memilih utk menurut saja.Nakim membuka celananya, tampak penis Nakim yg tak terlalu besar namun sudah sangat tegang. Nakim mengangguk, pelan2 dia masuk ke kamarnya sendiri.Tak lupa ia agak membungkuk sbg tanda dia pamit masuk kamar.Tak berlama-lama lagi kuteruskan niatku ke kamar mandi, disusul oleh istriku yg juga mau bersih2. Desi XXX Akupun menghampiri meja rias di kamar utk mencari botol obat tetes mata yg terakhir kulihat sudah hampir habis.Dengan cepat kubawa botol kecil itu ke dapur, segera kucuci bersih dan kuganti isinya dgn air putih biasa.Selesai itu, dgn langkah cepat, kuhampiri Nakim yg sekarang sedang mengepel lantai teras depan. Dan kamipun larut dalam canda penuh kemesraa. Tapi harus kuabaikan lelahku, setelah meraih celanaku yg tercecer dilantai, bergegas aku menuju kamar mandi.Kudapati Nakim ada disana baru selesai bersih2.“kim,kamu langsung tidur aja,biar mas ya urus..mumpung mbak’nya belum sadar bener”,ucapku sambil berbisik. Tanpa rasa malu lagi Nakim pun tak segan sesekali menggunakan mulutnya utk memberi rangsangan di daerah itu.“buka ya,ma”,ujarku lembut pada istriku yg cuma dijwb dgn anggukan pelan.Kuberi isyarat pada Nakim, Nakim pun



















