“Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya”, ajak istriku. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Desi porn setelah tadi tak sempat aku mengisinya. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku. Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Sedangkan aku belum apa-apa. Dan..,
“Blesss….” seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Kami berdua menarik nafas panjang. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya. Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali




















