Dihadapannya kini Bu Rhien, majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti. Desi XXX Ini rahasia yang tersimpan rapat.“Hmm.. sst.. “Rasanya tidak adil kalau hanya Ibu yang dapat. Kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang Ibu lakukan kepadamu..”Kemudian Bu Rhien segera duduk di tepi ranjang. Jo segera paham. Tapi ingat.., jangan sentuh apapun. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya..” pikirnya. Hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu. Penat, lelah, namun nikmat dan terasa legaa.. Jo merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan.Naik lagi.. Dia agak terganggu ketika mendengar daun pintu kamarnya terbuka.“Kriieet..!” ternyata Bu Rhien. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?“Kenapa diam..?”Jo menghela nafas, “Maaf Bu.. Matanya terpejam dan dia melengos ke kiri, kadang ke kanan.“Hkkhh..” Bu Rhien berusaha menahan nafas. Mereka menikah belum lama dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan.



















