Setelah cukup lama kami bercumbu, ia kembali berkata..“Sekarang saya mau cobain punya Non, boleh yah?” kembali kuanggukkan kepalaku sambil tersenyum lemas. Pintu ruangan itu tertutup rapat, namun aku iseng membuka pelan-pelan pintu itu dan tanpa kuduga, tidak dikunci, pintu itu terbuka dan membuat sedikit celah. Bokep jepang Tangannya lalu meraba perutku yang rata dan terus bergeser turun dan menyingkirkan tanganku yang menutupi selangkangan. Tanpa aba-aba lagi ia mulai mengusap-usap bagian tengah vaginaku dari luar. “Langsung pulang Non abis ini?”
“Iyalah Pak, udah malam gini”“Ehm…Non, tadi itu Pak Hendro sama Non Eva, gituan lagi ya?” tanyanya sambil menatapku dengan tatapan yang tidak asing bagiku, itu adalah tatapan yang biasa kudapatkan dari setiap pria yang menginginkan tubuhku
Pertanyaan itu membuatku serasa seperti tertembak senjata api olehnya sekaligus sekaligus baru sadar ada di tempat yang sepi berdua dengan pria berjenggot ini, sudah malam pula.“E…eh…!? Aku dilanda kegalauan yang amat sangat, beberapa teman menyarankan untuk aborsi. Bapak yang bersihin loh, kan Bapak yang ngajakin kesini!” kataku“Iyah…iyah…nanti saya yang bersihin kok! Kenangan masa lalu yang tidak menyenangkan mulai hilang setelah menikah dengannya, terutama setelah buah hati


















