“Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Kunikmati kecantikan wajahnya. Bokep China “Mikha! Ngantuk. Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Harapan-harapan mereka, tanggapan mereka, dan pendapat mereka. Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Terdengar suara aneh. Bukan menghujat. Terkadang pun aku bertanya padanya. Tapi photo kita dulu…”
Mereka beraksi saat kuarahkan kameraku kepada mereka. “Iya, demi ____ (nama partai), kami rela begadang semalaman.”
“Hebat.”
“Mas di sini aja, Mas. Kami pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. “Memang akan terus di sini? Boleh ya? Dia telah semakin akrab denganku. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku. Sesaat kemudian kaos itu telah kubuka. Lho, kok aku bicara politik.




















