Kujaga kecepatan dengan konstan.Samar di lautan, pendar lampu perahu nelayan terlihat seperti kunang-kunang. Dari segi tampang, banyak yang bilang aku mirip Donny Damara artis film dan sinetron yang terkenal di era tahun 90 an. XXX Hindi Wajah wanita itu terlihat lelah, matanya sedikit terpejam.“Pasti wanita dan anak-anak itu keluarga dari bapak yang sedang membetulkan mobil di depan,” batinku.Di bawah penerangan cahaya lampu neon, kuperhatikan wanita itu dengan seksama. Aku lantas memilih meja di bagian dalam, dan duduk menghadap ke arah jalan.“Mau pesan apa pak?”Bapak tua yang sepertinya pemilik warung menanyakan makanan apa yang ingin ku pesan sembari memberikan daftar menu sederhana yang dipegangnya.Aku pun sejenak membaca daftar menu tersebut.“Saya pesan nasi goreng spesial, telurnya didadar dan minumnya teh manis hangat saja pak.”“Baik pak, ada lagi kira-kira?”“Enggak pak, itu saja.”“Baik. Lekuk tubuhnya dan senyum manisnya mampu membangkitkan hormon kelelakianku malam itu.“Sabar ya dir, mudah2an kita bertemu dengan Umi itu lagi.” Aku melakukan monolog dengan penisku. Berbanding terbalik dengan istrinya yang di panggil Umi, istrinya begitu muda dan cantik. Entah angkatan 45 atau Balai Pustaka.

















