Selian itu juga, aku ada mengikuti les bahasa Mandarin untuk persiapanku entah untuk keperluan apa saja di masa depan. Sedikit membantu untuk melakukan segala kegiatan dan komunikasi, khususnya untuk duniaku yang ‘khusus’ itu.Bulan kedelapan aku tinggal di kota itu, aku mulai memberanika diri untuk keluar ke komunitas homoseksual yang ada di kota tersebut. Bokep China Mana ada pikiran yang lain. Aku tidak tahu mengapa, namun aku suka menghabiskan waktu bersamanya, dan aku tidak pernah merasa bosan ataupun lelah.Saat ini kami berdua sedang berada didalam mobilnya. Pada saat bersamaan iramanya menjadi liar, dan lebih mendesak.Pada saat itu juga aku terkesiap. Entah itu sekadar jalan-jalan, window shopping, internet surfing, makan bareng, atau bahkan berolahraga berdua diakhir minggu. Aku mencair secepat lilin dihadapan nyala api didekatnya. Sepertinya aku mendorongnya tepat pada saat dia menggigit bibirku.Setelah sadar dari keterkejutannya, Fung mencengkram bahuku dan menekanku ke jok kursi mobilnya.“Ada apa ini?” kemarahan terbersit dalam nada suaranya.




















