Obrolan kami nyambung. Batang gemuk itu penuh urat-urat. Bokep asia Dasar nekat si Mimi. Padahal Mama kan masih ada di kamarnya pagi-pagi begini. Masing-masing kami dibelikan Mama mobil sebagai alat transportasi. Gawat kalau ia tahu aku sedang serius mengamati detil kontolnya itu. “He eh. Disana berdiri si Willy. Ia sibuk mencari-cari roknya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang terbuka. Entahlah. Mereka tak menghentikan permainan mereka. Banyak banget. Mamaku yang sedang berbaring lemas diatas meja makan tiba-tiba melompat bangun. Dia sedang menenggak coca cola dari botol. Meski penasaran, enggak mungkin kan aku permisi ke dia buat liat kontolnya. Mataku jadi suka mencuri pandang ke arah selangkangannya. Dari kecil selalu hidup bergelimang harta, dari penghasilan Mamaku, membuat kehidupan glamour sangat melekat pada diri kami. Tentang apa saja. Rasanya malam itu aku susah untuk tidur. Celana renang segitiga yang kukenakan, tak lagi bisa menampung kontolku yang membengkak. “Cuek. Si Mimi tahu tentang hal itu dan dia sih santai-santai aja.




















