Ayah dibawa naik ambulance militer dengan sirene meraung-raung. Aku memeluknya. Desi XXX Ditangkapnya kontolku dan dileganya ke lubang memeknya. AKu tahu, dia akan menaiki perahu di sana, karena aliran sungai kecil, masih dangkal. Hari masih gelap, perahu-perahu kecil berlayar plastik putih keliahatan sudah mulai banyak di tengah laut. Pagi itu, ayah pergi ke kecamatan. Perlaha dia masukkan kontolku ke mulutnya. Ibu tahu aku limbung dan tak menyangka akan punya anak.“Tapi kau harus terus menerus menyiraminya,” kata ibu. Akhirnya aku mendengarkan suara tangisan bayi yang memecah hembusan angin senja. Sutinah kuajak ke sebuah pancuran kecil yang mengalirkan air sejuh dari puncak bukit. Sutinah ragu. Tunggudulu,” bentak ibu. Kedua kakinya mengangkangi tubuhku. “Benar..” aku janji, kataku. Kami hanya dua jam di rumah sakity. “Itu juga karena ibu sayang kamu. Lalu Suti pun menirukan kelakukan ibu kepada ayah kami.




















