Aku hanya sering melihat wajah Pak James dari foto yang terpampang di ruang tengah, dan tampangnya memang benar-benar setampan yang ada di foto, mukanya putih mulus dan matanya agak sipit.“Dy, kamu buru-buru nggak?” tanya Pak James sambil mengambil tempat duduk tepat di depanku selesai dia menyalamiku. Desi XXX Namun kali ini adalah puncaknya, tiga semprotan sekali muncrat yang langsung dijilat tak bersisa oleh Om James. Aku sendiri tak pernah merasa diriku ini tampan atau pun ganteng. Aku minta maaf untuk kekhilafanku waktu itu dan aku juga ingin berterima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk anda, Om James.*****Kisah ini kupersembahkan secara khusus untuk penpal-ku DK di Jakarta, thanks for your pic and your inspirations, dan yang terpenting kepercayaanmu! Pekerjaan itu harus kulakukan, karena aku harus membiayai sendiri pendidikanku di salah satu sekolah swasta yang cukup mahal, setidaknya termasuk mahal untuk ukuran keluarga kami. Om rasa Dik Andy cocok untuk tawaran ini, gimana?”Aku terdiam untuk beberapa saat lamanya sambil menatap selembar formulir yang ada di tanganku saat itu. Sewaktu menginjak bangku SMP, barulah sebagian kecil keinginanku terpenuhi, aku bisa mengikuti seni teater yang




















