” Jangan mang, saya.. ” dibelakangnya Rey sedang menaruh helmnya di meja kerjanya,.. Desi XXX Aku diam saja menhan rasa perih,..Hingga sebuah sentakan kuat membuatku memekik kesakitan,..” Aww… “,aku menjerit sementara Mang Supri malah mendesah keenakan, merasakan bagaimana penisnya diremas oleh otot-otot vaginaku yang baru saja dibobolnya,.Air mata-ku mengalir, sementara mang Supri cengengesan membalasnya,.. ” Udah Gapapa kadang-kadang kan lu bedua yang gue tinggal, gantian lah, gak masalah,..hehehe “
” Yawda Jo, kita pulang dulu ya,.. ” Pagi juga mang Supry,.. ” Gak, ahhhh ” Aku menolak disela desahan-ku,.. “Aku berjalan dengan langkah cepat, kulihat jam tangan-ku, sudah hampir jam 7, aku bergegas melangkah, kulihat di samping pintu belakang rehabilitasi terbuka, agak ragu namun kulihat lagi jam tangan-ku, tampaknya tak ada pilihan lain selian memotong jalan,..Aku melangkah perlahan menyelusuri lorong sempit itu, gelap benar, namun yang lebih menakutkan adalah lorong-lorng disebelahnya yang menyambung dengan perkampungan, takut-takut ada penodong atau pemabuk yang sedang diam di gang itu, di sebelah kanan-nya ada gudang tua,milik rehabilitasi,..Kulihat sesosok tubuh bergerak masuk, sedikit mirip mang Supry, agak ragu, namun kulihat ada seikit cahaya di dalam




















