“Ya ampun Tok, kamu baru bangun!”, teriak Iswani. Kucoba berputar-putar di sekitar teras. Desi XXX Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. “Daripada hidup menjanda, jadi istri muda yang sering ditinggal suami saja seperti ini saja sudah susah apalagi jadi janda kembang”, jawabnya mengeluh. Setelah agak nyaman, kuberi pinggulku dorongan maju-mundur yang semakin cepat. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Kucoba berputar-putar di sekitar teras. Setelah melahap 3 potong roti, aku bertanya padanya, “Dari mana saja Mbak kok dapat roti enak?”
“Tadi aku silaturahmi ke tempat saudara-saudara dan pulangnya dibawain ini”, jawabnya. “Terus yang mengantar Mbak ke bus di Balikpapan, suami yang ke berapa?”, tanyaku halus. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. Kubaringkan badanku disebelah kirinya dan kuhadapkan tubuhku kearahnya. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Lha terus kenapa Mbak mau nginap denganku padahal aku kan nggak ngajak”, tanyaku dengan suara berbisik.



















