“No problem honey…aku safe kok….”sahut Linda.“C’mon honey..shot your sperm inside…c’mon honey….” LIN……LINDAAAA…..LINDAAAAAAAA….ARGGGGGGHHHHH…”aku merasakan pejuhku mendesak. Desi XXX Ohhh…nDrreeeww…enak sayang….nikmat, sayaaannggg…offffffghhhh……” Linda merintih lagi. Bagaimanakah?”“WHAT?” saya & Linda berteriak bebarengan.“Gila lu ya, musim ingin nonton orang lagi ML?” “Ya terserah anda.Ingin memilih mana…?”Rika mencibir dgn senyum kemenangan. Buru-buru saya cegah. Linda memandang wajahku bersama wajah pucat. “Yak sip.” Sahutku.“Aku lanjut ya colinya.” Sambil memandangi tbuh Linda, saya konsisten mengocok tongkolku, namun kulakukan bersama perlahan, sebab saya nggak ingin cepet-cepet ejakulasi. “Udah, sana, pake celana dahulu!”Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian,lagi ngapain sih?”ucapnya sambil duduk di kursi didepanku. Prinsip mereka, yg mutlak pasangan tak menonton kejadian itu dgn mata kepala sendiri.Saya tersenyum mengingat kejadian semalam. Hmm..saya tidak jarang berkhayal lagi ngent*tin Rika, sambil saya gendong & saya rajam memiawnya dgn tongkolku. “Lin…kamu…,”leherku tercekat. Ah, obsesiku tercapai…dulu saya cuma dapat berkhayal, sekarang ini, badan Linda terpampang dihadapanku. Kan tempo hari saya baru dateng dari Jepang. “Plllookkkkk….” Kupandangi memiaw Linda yg masihlah membengkak & merah denganlubang menganga. “Keapa Lin? Nah, ini saya bawain ….sedikit bawaan lah, untuk anda sama Indah.




















