Eehh.. XXX Hindi Aku menuju kesana diikuti ibu ini. Ruang-ruang di taman yang nampak dibentuk oleh cahaya sungguh sangat romantis. “Apa salahnya ‘makan lezat’? Memang aku sendiri yang selalu ingin bebas selalu menyenangi perubahan. Kami berpagut bertukar lidah dan ludah. Dalam keremangan kebun itu kami cukup bebas saling sentuh dan remas. Ah.. Aku raih bokongnya untuk kuremas-remas. Terus terang yang paling kami sukai adalah berburu makanan. Memang aku sendiri yang selalu ingin bebas selalu menyenangi perubahan. Aku nggak bisa menahan diri kalau lihat yang enak-enak macam begini,” jawabku sekenanya. Beratus-ratus kiriman bunga ucapan selamat itu disusun sedemikian rupa sehingga memperindah suasana taman dan kebun ini. Hendraa.. Dia ‘ngusel-usel’kan mukanya untuk menghirup aroma selangkanganku. Kupikir agresip banget nih ibu. Tiba-tiba terdengar HP-nya memanggil. nu Bu…” aku belum menyelesaikan omonganku.




















