Di sebelah kanan di bawah kerimbunan pohon aku melihat semacam warung makan. Kali ini aku datang agak lebih pagi, mungkin sekitar jam 11. Bokep brazzers Kata si mbak mereka belum tentu bisa tiap hari kemari, karena kalau tiap hari bisa dicurigai suaminya. Suasananya teduh dan khas kampung-kampung Jawa, tenang ada suara-suara burung perkutut dan gending yang mungkin dikumandangkan dari radio atau rekaman secara samar-samar.Aku berdebar-debar juga mendatangi tempat tersebut. Ini adalah tempat yang ditunjuk Pak Mertino. Jadi jika ada penugasan ke Solo dan Semarang, dia paling bersemangat, apalagi aku berada dalam timnya.Suatu hari dia bilang padaku, “Eh aku nemu tempat yang unik di Semarang,” katanya. Pak Mertino kolegaku punya chemistry yang sama denganku. Dia memijat bagian depan pundakku. Meski dia lebih tua 12 tahun tapi jika kami bertugas keluar kota bersamaan, pada waktu luang kami akan jalan berdua. Dia tidak banyak cakap seperti Amei kemarin. “Lho kata mbak Ambar tadi, “Ini” ongkosnya tigaratus, kalau 4 kali berarti satu koma dua toh,” kataku.“Lho kalau dikasi sigitu, saya ya matur nuwun, tapi kalau dikasih lebih masak iya saya nolak mas,” kata




















