terus Sayaaang.. “Ihh.. Desi XXX Kukecup lembut lagi keningnya sebelum aku meninggalkan pelataran parkir yang penuh sensasi buatku dan Lala.Setelah kasih ticket parkir ke petugas jaga akhirnya kami keluar dari TP (aku tahu deh mas penjaga ticket tadi sempat melotot sampe mau copot matanya melihati paha mulusnya Lala yang lagi sandaran di jendela Estilloku, dibalik jacketku Lala kan sudah tidak pake apa-apa lagi. ooohh.. mao buat apaan? “Lala tidur yaa.. Lala cuma mengangguk lemah dan tidak berapa lama lolos sudah celana dalam mungil itu dari yang punyanya (iya kalau punya Lala, nah kalau punya emaknya?). Dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan tingkahnya sampai-sampai itu kap mesin Escudo sampai sedikit penyok kena tubuhnya Lala. Sambungan dari bagian 01Setelah tenang, kulanjutkan melepas celana caprinya, kujatuhkan ke bawah di depan Escudo malang itu. LALA IS BACK! Lala sayang ama Iyan, Lala mau Iyan entarnya tidak ninggalin Lala gitu saja,” sambil mengucek-ucek matanya kuusap air mata di pipinya. entar Lala jangan dipelet yah!”
Ih gemes aku melihat do’iku yang manja banget ini.




















