Berbeda dengan ciumannya tadi, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, sehingga kubalas lembut ciumannya. Sambil menangis ia berkata, “Gus, maafkan aku. Bokep Oooouugghhhh … yahh …. Aku cuma tak habis pikir, koq bisa-bisanya aku melakukan hal ini pada kamu yang sudah bersuami dan suamimu mengijinkan,” kataku sambil menatap wajahnya.“Gus, hidup ini memang penuh misteri,” katanya berfilsafat. Kuarahkan jari-jariku memegang klitorisnya. Kuarahkan jari-jariku memegang klitorisnya. Kuarahkan jari-jariku memegang klitorisnya. Aku dengar darinya, kau bukan orang yang suka jajan dan sejak dulu kau tidak nakal terhadap perempuan. Kau tidak apa-apa Dick?” tanyaku sambil menatap wajah mereka bergantian.Keduanya menggelengkan kepala dan hampir serempak menjawab, “Tidak apa-apa.”“Aku pernah cerita pada suamiku, bahwa dulu kau pernah punya hati padaku, tapi kutolak karena tidak mau diganggu urusan cinta,” papar Anna lagi.“Ya Gus, Anna sudah ceritakan persahabatan kalian dulu. Jangan bohong, pria seperti kita jaman SMP saja sudah baca Playboy dulu, bukan?”“He .. Usai makan, kami berdua kembali ke ruang tamu, sedangkan Anna membereskan meja makan.Dicky dan aku asyik menonton acara televisi, ketika kulihat dengan ekor mataku, Anna mendatangi kami berdua.




















