Aku hanya bisa terdiam terpaku. Desi XXX Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Wanita itu mengerang dengan keras. Dia sangat memanjakan aku. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. “Erriik..!! tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Aku memekik dan mulai menangis. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana.




















