Suatu hari, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yg menyanyi-nyanyi diluar kamarku. Bahkan kami pernah melakukan disiang bolong, ditempat umum. XXX Hindi Tp, aku ga boleh nyerah buat dapetin dia. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Kami berciuman sebentar. Dan Blesssss, penisnya masuk kedalam meqiku. Budi tersenyum dan mencium keningku. Mereka biasa ketawa-ketawa, beemain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum. Dibawah, diteras rumah, aku melihat Budi sedang duduk didepan jendela kamarku. Kami berciuman sebentar. Terdengar pula nafas Budi ikut menjadi cepat. Ughhhh aku mendesah pelan. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya. Dirumahku atau pun lebih bebas dirumahnya yg memang dia tempati sendirian. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. Dgn keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yg benar. Itu si Budi.




















