aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Mengapa bukan Hendra atau Rudi yang mereka perebutkan?Untuk menebus kesalahan, akhirnya aku mengabulkan permintaan Evi untuk mengantarnya ber window shopping ke Cirebon Mall. Desi XXX Hingga yang terakhir bra hitampun terlepas.Tak henti-hentinya Evi memandangi payudaraku yang terbilang lumayan besar. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Akupun lupa dengan ajakan Tia untuk menikmati aroma terapi bersama. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. sambil sesekali mempermainkan puting susunya seolah menarik perhatianku.




















