Aku nggak ngerti?”, tanyaku pura-pura bego.“Nggak apa-apa kok No. XXX Hindi Liat aja di kamarnya.”, jawabku lagi.Windy pun masuk ke kamar Doni dan mencari catetannya di laci meja komputer Doni. Ohhmm.. Saya merasa Doni sangat beruntung mendapatkan pacar seorang gadis yang sangat cantik seperti Windy. Apa lagi yang ketinggalan? Soalnya ada perlu buat semester pendek.”“Ooo.. Handukku hanya menutupi dari dadanya sampai sekitar 15 cm di atas lututnya. kamu sunguh-sungguh cantik.. Mau?”, cecarku dengan penuh semangat (campur nafsu:)“Mmm.., nggak apa-apa nih No?”, tanya Windy agak ragu.“Nggak apa-apa kok. Aku lupa bawa tadi..”, terdengar suara Windy memanggil.Aku kaget! Mau pinjem CD?”, candaku pada Windy.“Ah, kamu ada-ada aja.”, kata Windy sambil tertawa. Ketika bersalaman dengannya, saya tidak dapat melepaskan pandangan dari wajahnya yang sangat cantik dan imut itu.Setelah perkenalan pertama dengan Windy, dia selalu terbayang dalam pikiranku. Saya sempat merasa agak kesepian juga di rumah, karena saya hanya sendirian saja.




















