Sewaktu Pak Irfan pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalanjalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, tidak apaapa. Bokep China Lakilaki dan perempuan semua senang bergaul denganku. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?.Aku menjawab, Ah, nggak iseng aja. Wah, kalian capek ya, habis main volley.Aku menjawab, Iya nih Pak, lagi kepanasan. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Irfan, pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam. Itu dulu oleholeh dari teman saya waktu dia ke Eropa. Rupanya dia sudah betulbetul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya pake baju dulu. Sewaktu Pak Irfan pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalanjalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?.Aku menjawab, Ah, nggak iseng aja.



















