Mulai deh hawa AC yang dingin terasa, dengan jacketku aku tutupi tubuh mungilnya Lala yang cuma pakai kaos ketat D&G tipis dan celana capri saja. Bokep brazzers Bukan Iyan namanya kalau mendiamkan cewek dengan posisi tanggung kayak gitu, kuangkat dagunya pakai tangan kanan terus aku mulai cium bibir Lala, ternyata itu bibir tidak reaksi apa-apa. Benar juga dugaanku payudara yang mulus dan putih bersihnya memang menonjol sekali ke depan, putingnya yang merah itu seperti bibir yang lagi manyun. Sudah deh tidak ada apa-apa lagi yang asik buat diceritakan cuma aku bisa tukar-tukaran nomor telepon saja sama Lala.Keesokan harinya jam 12.00 ceritanya lagi asyik-asiknya nonton VCD concert band favoritku Red Hot Chilli Peppers, eitz… telepon di kamarku berbunyi,
“Hallo Iyan ada?” suara di seberang yang ternyata cewek. “Yaann… Lala mau kamu apain Yan?” Lala merintih lirih. ll.. “Nah… emang kamu nggak ada yang jemput La?” tanyaku ke Lala. Waktu on-stage di session II aku menyanyikan She’s The One-nya Robbie Williams (meski aku lebih suka menyanyikan lagu-lagu Hip Metal, tapi yah mana romantis kalau aku menyanyikan Nookie-nya Limp Bizkit betul tidak?) special




















