tapi
bukan berarti aku akan melepaskannya, aku hanya menggeser tangannya keatas kepalanya dan kuikat kembali kedua tangannya.“Bapak tidak akan menyia-nyiakan tubuhmu cantiiik…” kataku sambil menyeringai…“Fanny ga mauuu…..hukk..hukk…lepasin fanny…” “jangan perkosa saya…” “ampunin fanny…lepasinn”
tangis dirinya yang sudah tidak tersumpal oleh kain, aku hanya terus menyeringai melihatnya..“tolonggggg..huk huk.. terdengar suara “Ci…..” “Cii…kamu dimana?”Sepertinya itu suara adiknya, dan pelan-pelan mulai berjalan mendekat. Bokep XNXX Sepertinya ini bukan hanya darah tapi juga darah lubrikasi dari vaginanya karena terangsang…“Cantikk….lihat nih” kuangkat jariku ke dekat mukanya… awalnya dia tidak mau membuka matanya dan membuang muka, tetapi aku memaksa dan menjambak rambutnya sampai kepalanya makin mendekat ke jariku yang berlumuran darah dan cairan kewanitaannya itu.“ahhh…mmmmmbbbbb” teriak fanny ketika kujambak paksa.“Heii..lonte kecil lihat jari ini…!” bentakku…fanny dengan terpaksa membuka membuka melihat jariku… ia mengerenyitkan dahinya, dan berusaha menjauh ketika melihat jariku yang berlumuran darah itu, tapi kutahan dan kutarik kepalanya sehingga ia tidak dapat menghindar.“lihat ini cantik, bapak mau sembuhin sakit mens kamu…tapi pas bapak coba cek darah mens kamu ternyata kebiasaan ngelonte kamu keluar”“nih lihat…!” ku makin mendekatkan jariku“darah mens tuh ga secair ini…!




















