Mukanya makin memerah, menambah debaran di hatiku.Tiba-tiba dengan tak kuduga Lina melepaskan bajunya, “Takut kusut kalo pulang Nov..”
Kututupi mata takjubku akan keindahan tubuh bagian atasnya yang kini hanya mengenakan BH hitam tipis. Kugeser dudukku, kami saling berpandang sejenak, lalu kuberi isyarat dengan mata agar Lina duduk di sebelahku. Bokep indo Kini Lina yang melepaskan ciumannya terlebih dahulu, matanya terbalik memutih lalu kepalanya mendongak penuh. Kulihat pipinya memerah. Kemontokannya memang tidak bisa disangkal. Setelah terlepas, lidahnya langsung memburu puting susuku yang mungil, menjilati dadaku yang agak kerempeng, menjilat-jilat seputar pusarku. Saat irama telah sama, bagian bawah tubuh kami seperti senyawa lalu tenggelam, bergoyang semakin cepat.., semakin cepat.., lalu pelan lagi. Hari kemudian minta bantuanku untuk menemaninya. “Jangan-jangan bukan manusia..”, pikirku. Tepat jam setengah enam, Lina melangkah ke arah pintu setelah sebelumnya memagut bibirku cukup lama. Terasa punggungku sedikit perih, nampaknya kuku Lina menggoreskan kenangan di situ. Jam satu, karaoke akan tutup. Seperti biasa hari pertama adalah hari perkenalan antar crew. Tiap kujilat tubuhnya mengeras. Malam ini kebetulan tidak ada “tamu penting” katanya. “Eh.., ng.., iya Mbak.., ini..”, jawabku agak parau



















