Enak aja ngomongiin nasiib orang nggak ngajak yg diiomongiin” aqu langsung protes nglendot dii pangkuan Mas Galang.“Tetapi Mama setujukann..” lanjut swamiku.“Mmm.. XXX Hindi Kasiihan khan Dek Kendro sudah lama lho nggak merasakan” sahutnya.“Pap!! Crot.. iisteriiku meniinggal 3 tahun yg lalu dii rumah cuma ada anak-anak dgn pembantu saja” jawabnya dgn mata berkaca-kaca.Kita akhiirnya tahu statusnya dan kita miinta suatu sewaktu kalau liiburan sekolah biiar anak-anak diiajak kebetulan anaknya 2 orang masiih 7 tahun dan 4 tahun.Sejak iitu keakraban kita tambah dekat bahkan swamiku seriing membiisiikii aqu kalau keturunan arab biiasanya barangnya besar dan panjang.Aqupun merasa Dek Kendro makiin memperhatiikan aqu, pernah aqu diibawakan hadiiah liiontiin permata yg cantiik. Nasii goreng sudah masak tuh dii meja” piintaqu.Kendro menghentiikan cumbuannya terus membopongku kekursii makan sembari memangkuku diia menghadapii meja makan sementara Mas Galang mengiikutii darii belakang dan mereka duduk beriimpiitan kursii.Aqu membagii bokongku diiatas kedua paha mereka yg berhiimpiitan satu berrambut yg satu sedikit liiciin. Begiitu akrabnya kita sehiingga tak jarang Kendro juga membantu kalau ada kerepotan diirumah sehiingga liingkungan taunya memang aDeku.Untuk seharii-harii sesudah berjalan 3 bulan kita makiin akrab




















