Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Desi XXX Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Dia menjual, bukan mengemis. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Pikiranku mendadak kacau. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Dia benar-benat ulet. “Terima kasih banyak, Pak. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku.




















