Setelah melepaskan jarinya, kami kembali bercumbu panas, kami saling mengulum bibir masing-masing, lidah kami terus mengadu lincah. Tiba-tiba kurasakan ada yang menyentuh bibir vaginaku dari belakang, pandanganku cukup terbatas saat itu, benda itu terus mengolesi bibirku dengan cairan mungkin air liur, sampai akhirnya kusadari kalau itu adalah tongkat satpam. Bokep ”Ayo, Pak… ayo semprot… di dalem juga ga apa-apa…ahhh!!” ceracau Eva dengan suara bergetar, “hamil dari bapak juga gapapa!”
Wew, gila juga si Eva ini, di balik penampilan sehari-harinya yang sopan itu ternyata ia memendam gairah yang tinggi, apakah suaminya kurang dapat memuaskannya atau bagaimana sampai ia seperti ini? Selama lima menitan ia merangsangku dengan jilatan dan sentuhan-sentuhan erotisnya di sekujur titik kenikmatan tubuhku. Ayah dari janin ini, tidak lain dan tidak bukan adalah Pak Oskar, si satpam perusahaan karena aku belum pernah ML dengan orang lain lagi selama ini. Sikap mereka sedikit melegakanku, karena kekhawatiranku kalau mereka tahu aku mengintip sepertinya tidak terjadi.




















