Suhu di hutan itu pada siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius, pakaian Devi kini seolah telah menempel pada kulitnya langsung. Devi menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.si gendut semakin cepat memompa, membuat Devi mengerang dan merintih , entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada Devi. Bokep indo si gendut dengan kasar menjilati dan menyedot vagina Devi , sementara kedua tangannya tak lepas dari buah dada ranum itu, ia remas dan cubiti putingnya, membuat Devi amat kesakitanDevi sempat beberapa kali mecoba meronta, namun dengan tangan terborgol , ap yg bisa dia lakukan..? Devi pun tak sadarkan diri. Ia coba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.“maaf , pak..teleponnya….” Devi tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.“thanks bro…..kamu emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.Devi sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun.




















