“Aku sudah makan Ti, kamu sendiri kok belum tidur?” jawabku sambil pandanganku tidak lepas dari dadanya yang terlihat makin montok karena dia memakai daster pemberian isteriku. Bokep Siti mengangguk sambil tersenyum, terlihat deretan giginya yang putih bersih dan dia berkata, “Mau aja Pak, tapi saya mau juga gituin punya Bapak.. Aku jadi uring-uringan dan sepertinya gairah libidoku semakin memuncak setiap kali aku melihat pembantuku yang baru itu ditambah lagi setelah beberapa kali aku pulang dari kantor aku menemui isteriku tidak ada bersama anakku dan biasanya dia pergi mengunjungi adik-adiknya atau saudaranya yang lain.Lebih kurang 1 bulan Siti bekerja di rumahku, dia mulai mengalami perubahan baik fisiknya, cara berpakaiannya dan juga cara memandangku dan juga cara melayaniku setiap aku pulang kerja. “Bapak sudah makan?, kalau belum nanti saya sediakan,” katanya lagi sambil tersenyum manis kepadaku. Dia belum menyadari bahwa aku sudah di dalam kamarnya.“Siti manis..” aku berbisik dekat telinganya. “Saya nggak pernah digituin itunya pake lidah seperti yang Bapak tadi lakukan..” jawabnya dengan bahasa yang kumengerti bahwa dia tidak cukup mengecap sekolah lanjutan.




















