Kucari dua gundukan itu, lalu kuremas-remas setelahkudapatkan.Motor kami masih berjalan pelan menyusuri jalan Borobudur – Magelang.Kendaraan lain hanya terkadang lewat, suasana alam cukup mendukung keberadaankami untuk berduaan saja.Setelah beberapa menit, langit semakin menghitam, sementara Enno mulaimenggeliat sembari mendesis-desis kecil. Sementara secara naluri, tangan kiriku mulaimasuk ke sweaternya. Bokep China Motor tetap kupacu sekitar 40Km/jam, kendaraan banyak berseliweran tapi kami sudah tak peduli. Seorang ibu sempat mengernyitkan dahinya melihat kamiberpelukan. Kami turun dari motor, sedikitberjalan ke arah sebuah tempat berteduh, berjalan beriringan tanpa satupunkata terucap, kepala kami terlalu sarat dengan apa yang baru saja kamilakukan. Kini matanya terbuka, dipandanginya aku dengan sorot yang tak bisa kulukiskandengan kata-kata, lalu dengan cepat mulutnya menyambar mulutku. Mata kami hanya saling beradu, cukup lama… Kami tidaktahu mau berkata apa, tetapi kami juga tidak merasa menunggu apa-apa.




















