“Mmmpphh.. Ha.. Desi XXX Kamu diam dulu.. Haah..” Miranda mengambil nafas.“Apa yang kamu lakukan Mas Dony.. “Lapar yaa?”
Miranda hanya mengangguk.. Langsung aku angkut ke dalam jok mobil belakang. Aku berdiri di sisi jalan dengan kepala bertopi dan berkacamata hitam.Secepat kilat aku menyambar mulutnya dengan saputangan yang mengandung cloroform. Dalam masa penculikan itu, Miranda mulai ketagihan dan tidak jarang dia yang mulai meminta.“Mas Dony.. Ku parkir sejenak.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Miranda hanya bisa menangis terisak-isak. Kebetulan waktu itu tampil dalam business gathering sebagai penyanyi dari trio tiga cewek, teman sekerjanya. Ha.. Haah..” Miranda mengambil nafas.“Apa yang kamu lakukan Mas Dony.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban.. Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Miranda meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. He he hee.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Miranda hanya bisa menangis terisak-isak. Haah..” Miranda mengambil nafas.“Apa yang kamu lakukan Mas Dony.. Lama telah aku pelajari bahwa di akhir bulan Miranda biasanya pulang jam 23.00 dan mengendarai taxi.




















