Endar setuju saja, hal ini ditunjukkan dengan diangkatnya pantat untuk memudahkanku melepaskan pakaian yang tersisa.Begitu pakaian bagian bawah terlepas, segera tersembul bukit mungil di antara selangkangannya, rambutnya masih jarang, nyaris tak kelihatan. Karena tak tahan, saya langsung menciuminya.Hal ini menjadikan Endar semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya ia merasa nikmat. Bokep Begitu lidahku menyentuh bibir kemaluannya, Endar berteriak kelojotan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kugerakkan lagi bokongku dengan arah maju-mundur. Berhasil..! Ujung kemaluanku seakan menyentuh dinding yang membuatku merasa geli bukan main. Akhirnya kubiarkan saja ia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri.Akhirnya harapanku sebagian terkabul juga. saya semakin bersemangat menjilatinya.Setelah kurasa jenuh, dan kehabisan variasi menjilati memeknya. Akhirnya kubuka juga kekakuan ini.“Enggak apa-apa En, biasa… kegiatan rutin.”“Apaan sih..?”“Endar sudah berusia 17 tahun belum..?”“Emangnya kenapa jika udah..?” kata Endar masih berdiri dengan canggung sambil terus menatapku dengan serius.“Gini En, saya khan lagi nyukur ini nih, saya minta tolong kamu bantuin aku. Kemudian kami pun berpisah dan saya harus kuliah di luar kota sedangkan Endar juga berkuliah di kota lain.




















