Aku heran kenapa, setelah aku perhatikan seksama, matanya sesekali melirik ke arah ‘Mr. Bokep Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku pun tersingkap. Sejenak terlintas untuk membuat Lia lebih dalam menguasai ‘pelajarannya’. Namun sedikit demi sedikit ‘Mr. Penny’ku. Secara otomatis tangannya meremas dan mulai naik turun pada ‘Mr. Lia semakin keras mengelinjang, hingga akhinya aku katakan kita keluar sama-sama. Dan aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sehingga aku dapat memeriksa ketiaknya, dan aku katakan jangan malu, toh tidak ada siapapun di rumah.Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira. Namun aku perhatikan dia masih terus mengerjakan pekerjaannya sambil tidak menunjukkan perasaannya.Setelah itu dia selesai dengan pekerjaannya dan keluar dari kamar tidur. Penny’ku. Penny’ku, terasa Lia agak rileks. Penny’ku, terasa Lia agak rileks. Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu keluar mencari sesuatu untuk minum. Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya.




















