Ia tak tahan lagi. Bokep asia Cairan hangat menyerbu keluar dari tubuhku, menyemprot kuat ke dalam tubuh Tania yang telah terbuka menerima, memfinalkan kenikmatan yang terasa sampai keujung jempol kakinya.“Auucchh.. Sambil terus mengulum putingnya, tanganku menjelajahi bibir halus di bawah sana. Mas sekarang akan memasukkan jemari Mas ke dalam kewanitaanmu Nia..”, aku berbisik lembut kepadanya.“Oocchh..”, Nia mengerang pelan.Tania menggigit bibir bawahnya, tersentak bagai tersengat listrik, ketika ujung telunjuknya tak sengaja menyentuh tonjolan kenikmatan itu. Berhenti dulu. Mas juga menciumi lingkaran coklat di sekelilingnya, bergantian yang kiri dan yang kanan. Ahh.. Ia mengerang parau ketika sebuah ledakan besar memenuhi dirinya. oochh.. Nia enak nggak?”, aku berkata lagi.“Ehh..mm”, Tania tidak menjawab, hanya tersenyum di seberang sana.Namun aku tahu pasti bahwa ia pun telah sangat menikmati ke-‘lega’-an bersamaku beberapa menit yang lalu.“Nia, kita udahan dulu yaa.. Tangannya dengan lembut menyabuni kejantananku yang telah terkulai, dan sesaat Taniapun masih sempat untuk menguluminya.“Occhh.. Mas, teruss..”, Nia semakin tidak sabar menuggu kelanjutannya sambil jemari tangannya membelai-belai lehernya sendiri, mengikuti fantasiku.





















