Sekilas aku mendengar bahwa mereka sedang membicarakan aku. Hanya sampai di situ pertemuanku dengannya karena aku harus cepat menuju standku.Kesibukan Cebit yang luar biasa membuatku melupakannya, hingga tiba saat makan siang ketika pintu kantorku diketuk oleh seorang hostes yang bekerja di stand kami yang mengatakan bahwa ada seorang pria yang hendak bertemu denganku.Dengan sedikit heran aku mempersilakan masuk dan ternyata pria Indonesia tadi pagi. Bokep Sekitar jam delapan malam, pintu kamarku diketuk dengan pelan. Dia menyadarkanku bahwa aku tidak seorang diri di dunia ini yang mempunyai banyak masalah, dan bahwa masih ada orang lain yang bisa dipercaya. Dan diapun mengerti keadaanku. Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Yah, beberapa orang bertampang Asia sedang berbicara Indonesia. Berbisik dia mengucapkan rasa cintanya kepadaku, bahwa dia mengharapkan aku pun begitu. Pada waktu makan siang Andre kembali datang ke standku, sambil membawa setangkai mawar yang langsung diberikan kepadaku.Hatiku pun kembali berbunga dan segera melupakan




















