Dalam hati mereka memohon supaya si pendekar putri tak bernasib seperti orang-orang lain yang mencoba melawan kekuatan jahat sakti itu. AAHHN!! Desi XXX Sekar berusaha kabur tapi tanpa diduga muncul lagi satu tonjolan kokoh, tepat di bawahnya, seperti tinju yang tepat menohok ulu hati si gadis pendekar. Ratri berjalan dengan acuh mendekati Sekar. Sekar lalu menjerit ketika dia merasa seluruh tubuhnya digenggam erat oleh banyak lengan dan dipaksa bergerak naik turun menancap di lingga Bayang Ireng. Bayang Ireng tertawa melihat mangsanya yang gelagapan, seolah berusaha merangkak pergi. Itu pun disingkirkan. Kalian mau kan? Yang dia gunakan hanya bibirnya, dan tangannya yang sudah menggerayangi, meremas kain kemben yang menutupi payudara si perempuan dan berusaha melucuti perlindungan itu. Lama-lama si perempuan mulai letih dan kesal karena serangannya tidak ada yang masuk. Ratri mendekat, mengelusnya. Dari dekat, dia kini bisa melihat bahwa di sekeliling tubuh Ratri ada belitan sesuatu yang terlihat seperti tali tambang hitam tebal. Kain penutup pahanya terobek!“Ahh!! Barulah Ratri melepas bibir Sekar.




















