Kamu belum cukup umur! Bokep asia Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Ayo, matiin.”
“Aahhh, Oom Ryan. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Kamu belum cukup umur! Kamu belum cukup umur! Gantian… putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”Rina mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. “Eh, tolong dong bayarin bajaj… uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan bajaj yang cuma dua ribu rupiah. Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Rina… kamu nggak boleh nonton itu! Sesekali lidahku membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak.




















