“Kamu jangan macam-macam, Zainal!”, ancamnya padaku yg lagi menikmati rokok. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Desi XXX “Iya, terus akan kusuruh hantu-hantu itu nyubitin seluruh tubuhmu tak tersisa”, balasnya dengan senyum kemenangan. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yg akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Zainal, mmh..”. “Dia yg kedua, tapi aku juga cuma istri keduanya, istri pertamanya ada di Jakarta dan mungkin tak tahu mengenai aku. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. “Tdk Zainal, yg ini pasti kamu suka, percaya deh..”, katanya meyakinkan. “Eh Mbak, jangan besar kepala dulu, iya kalau kembang mawar atau melati, kalau kembang kamboja yg seperti di makam-makam, bagaimana? gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. “Karena aku tahu bahwa kamu tipe pemuda gila kerja yg cuek dan jujur bukan tipe playboy perayu.




















