. . XXX Hindi Suatu ketika saat aku pulang dari kantor, aku mampir kemini market dekat kompleks sekedar membeli makanan instan karena istriku akan pergi selama 3 hari keBandung. Kenapa kok senang”.“Sebab aku mengagumi keindahan mbak Risya, juga selera pakaian dalam mbak” aku berterus terang .Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan gak ada jarak lagi diantara kita. . Tak salah jika kupilih Risya sebagai pelarian nafsuku, meski dikomplek banyak juga yang seksi-seksi, tapi lebih aman dengan Risya karena hanya Risya yang ditinggal suaminya.Pagi itu dengan memberanikan diri, kusapa Risya,“Pagiii mbak Risya, sendiran ya” ujarku. Mau. Namun untuk urusan sex, sekarang aku jarang mendapatkan servis yang memuaskan dari istriku. . Namun dibalik kita yang belum mempunyai momongan, hubungan keluargaku tetap saja harmonis. Aku sangat terpaku sejenak mengagumi keindahan pemandangan tubuh Risya.“Wowww. !”Dinding memek Risya melejat-lejat seakan memijit batang k0ntolku dalam kenikmatan birahi yang sedang direguknya.“Oh.




















