Buahahahaha, kayaknya kepalaku emang beneran kosong deh.”“Aduh malu ‘kan, ini jadinya. XXX Hindi Bahkan sekarang pun kami satu kampus dan satu jurusan, dan yang lebih parahnya lagi tanggal, bulan dan tahun kelahiran kami pun sama. Kenapa Nita bisa disitu?DEGH!!!“Itu beneran Nita yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandiku yang terbuka, sedang melihat kearahku yang sedang…. Sepuluh menit…… “Arrrrgggggghh… Kok gak bisa tidur sih?”aku menggerutu sambil mengacak-ngacak rambutku.Saat aku memejamkan mata justru bukan rasa kantuk yang menyapaku, melainkan bayang-bayang cewek yang hadir di mimpiku saat tadi aku ketiduran di rumah Nita. Aku juga bentar lagi mau balik.” sahut Nina sambil tersenyum kearahku. Kucoba memeras otakku sekeras mungkin mencoba mencari logika yang tepat tapi tetap juga tak menemukan. Nit aku balik dulu ya! Sambil memejamkan mata aku mencoba mengingat-ingat kembali wanita yang ada dalam mimpiku itu.Di hadapanku kini ada seorang wanita yang sedang berdiri membelakangiku. Apaan ya?? Ia mengerang dan mendesah menikmati cumbuanku di area tengkuk lehernya. Sontak hal tersebut membuat juniorku memberontak di balik celana, mendobrak untuk keluar dari sangkarnya. Assalamualaikum.” ujarnya berpamitan.“Waalaikum salam, hati-hati di jalan, Bram.”“Ya ampun




















